MUNGKIN KITA SUDAH RELA MENJADI BONEKA

Diposting oleh Rahmat on Sabtu, 26 Juli 2014


Beh, abis PilPres kali ini, ngeri ya liat update status temen-temen di Facebook. Dikit-dikit bencana, dikit-dikit bencana. Atau jangan-jangan justru kita sendiri yang sedang menciptakan bencana? Sedikit demi sedikit, kata demi kata, status demi status.

Katanya si DEMI MENYELEMATKAN INDONESIA, tapi ya selamatkan dulu diri kita dari berita-berita gak jelas yang berpotensi fitnah.

Nyebut orang lain antek asing, jangan-jangan kita yang udah jadi antek fitnah dan antek provokator. #JEDAR!!!

Nyebut orang lain Emosian? Apakah situ gak emosian? Apakah status kita di media sosial gak provokatif? Kalo masih provokatif, tanpa cek kebenarannya, tanpa dianalisa, berarti kita masih mengedepankan EMOSI, gak pake logika dan penalaran.

Apa? Pelanggaran HAM? Menebar fitnah itu malanggar HAM gak ya? Katanya kan fitnah lebih kejam dari membunuh. Kalo membunuh aja melanggar HAM, berarti memfitnah? #AWASHATIHATI

Korea Utara aja butuh usaha total dari pemerintahnya untuk bikin Propaganda buat rakyatnya. Lha di Indonesia? Banyak provokator sukarela yang dengan senang hati bersedia dicocok idungnya. Udah berani nyebut orang lain BONEKA. padahal jangan-jangan kita sendiri udah jadi BONEKA penyebar berita-berita gak jelas, manut aja kalo dijejelin segala informasi dari "MASTER"nya. Apakah informasi itu berpotensi fitnah? Apakah sudah terbukti? Cek n ricek? diskusi? bertanya ke yang lebih paham? dianalisa? Lupakan!
KARENA MUNGKIN KITA SUDAH RELA MENJADI BONEKA.

Lagian juga udah mau lebaran, sebaiknya mari saling maaf memaafkan, supaya tidak ada lagi perdebatan yang bisa merusak persaudaraan. Mohon maaf lahir batin dari Penulis atas segala kesalahan, termasuk kalau artikel super singkat ini menyinggung pembaca sekalian. Mari kita jaga persatuan.
More aboutMUNGKIN KITA SUDAH RELA MENJADI BONEKA